Hampir setiap orang pernah mengalami cacar air. Penyakit ini memang tidak pandang bulu, sebab dapat menyerang semua ras, segala umur, laki-laki atau perempuan, baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Orang kulit putih, hitam dan coklat dapat terkena. Anak-anak, remaja, orang dewasa, semuanya dapat terkena cacar air. Namun, pada umumnya penyakit ini lebih banyak menyerang anak-anak usia 2-8 tahun. Cacar air bawaan (kongenital) dapat terjadi pada bayi dalam kandungan ibu yang terserang cacar air. Infeksi cacar air pada bayi yang baru lahir dari seorang ibu yang sehat, jarang terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus herpes varicella-zoster dan merupakan penyakit menular. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan kontak tidak langsung. Kontak langsung dapat terjadi melalui cairan pernafasan dan kontak langsung dengan kulit penderita. Ruam pada kulit yang mulai merekah dan pecah sangat menular. Kontak tidak langsung terjadi melalui udara. Menghirup udara yang mengandung kuman virus herpes varicella-zoster dapat menyebabkan seseorang terserang cacar air. Cacar air dapat membahayakan dan menimbulkan kematian pada penderita kanker dan orang yang mengalami defisiensi sistem imun (penurunan fungsi sistem imunitas/kekebalan tubuh). Turunnya fungsi sistem imunitas tubuh tersebut menyebabkan tubuh tidak mempunyai kekebalan dan sistem ketahanan untuk melawan serangan virus penyebab cacar, sehingga kondisi penderita melemah yang pada akhirnya dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal. Pada anak yang diberi beberapa jenis obat yang berefek pada menurunnya sistem imunitas tubuh, cacar dapat menyebabkan kematian, sebab tubuh tidak mempunyai sistem pertahanan untuk menghancurkan virus penyebab cacar. Penyakit ini juga membahayakan seorang ibu dan bayi yang dikandungnya. Gejala-gejala cacar air adalah: Munculnya ruam-ruam di kulit Cacar air ditandai dengan bintik-bintik merah berupa gelembung berisi gelembung cairan bening yang muncul setelah 24 jam terinfeksi virus herpes varicella-zoster. Bintik-bintik merah yang muncul di kulit penderita disebut dengan ruam. Ruam tersebut biasanya menimbulkan rasa gatal. Bekas ruam yang ditimbulkan itu pada umumnya akan hilang, tetapi ruam yang terkena infeksi dan merusak lapisan kulit biasanya membekas di kulit. Ruam yang terinfeksi akan bernanah. Lalu akan timbul lepuh kemerahan di punggung dan kepala, yang mudah pecah. Pecahnya ruam, menyebabkan cairan keluar dan terbentuklah keropeng. Ruam menyebar ke muka dan jarang ke tungkai dan lengan. Lepuh akan berlanjut 3-4 hari. Kadang-kadang dijumpai ulkus (luka) pada membran mukosa mulut, alat genital dan mata. Gatalnya ruam menyebabkan penderita menggaruknya yang menyebabkan infeksi, keropeng dan menimbulkan infeksi baru. Demam, kepala terasa agak sakit dan tidak enak badan Suhu badan meningkat Nafsu makan menghilang Dalam kondisi parah, ruam-ruam dapat muncul di wajah dan anggota gerak, tangan, lengan, kaki dan lain-lain. Tips untuk mencegah cacar air, antara lain: Menjaga kebersihan badan, pakaian dan lingkungan. Pakaian dan lingkungan kotor merupakan sumber dari penyakit. Badan yang kotor akan mudah terinfeksi oleh kuman penyakit. Mengkonsumsi makanan bergizi Makanan bergizi membuat tubuh sehat dan berstamina kuat sehingga dapat menangkal serangan infeksi kuman penyakit Menghindari sumber penularan penyakit cacar air Imunisasi vaksin cacar air Perawatan terhadap penderita cacar air: Mengganti baju penderita setiap hari Menaburkan bedak antigatal pada bagian tubuh yang terkena cacar air untuk mengurangi rasa gatal dan agar ruam menjadi lebih cepat kering. Memisahkan penderita dengan orang yang sehat agar cacar air tidak menular pada yang lain. Mandi dengan menggunakan air hangat yang telah dicampur dengan obat antigatal setiap hari. Memotong kuku agar tidak menggaruk ruam-ruam pada kulit, sehingga tidak timbul infeksi baru. Memberikan kondisi nyaman pada penderita agar dapat beristirahat dengan nyaman dan mempercepat proses kesembuhan Kombinasi beberapa tanaman berkhasiat obat dapat diramu menjadi obat tradisional yang dapat mengatasi cacar air. Berikut ini adalah ramuan obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi cacar air: Pemakaian dalam : Resep 1 : 30 gram temu lawak + 25 gram kencur + 15 gram asam jawa + 15 gram jahe, dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari. Resep 2 : 2 buah mengkudu matang dicuci dan dijus, atau diparut dan diambil airnya, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari. Pemakaian luar : Resep 1 : Kunyit + daging buah asam (asam kawak) masing-masing secukupnya ditumbuk halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya, dipanaskan sebentar, setelah dingin dioleskan pada bagian kulit yang terkena cacar air. Resep 2 : Daun asam dan kunyit masing-masing secukupnya dicuci dan dihaluskan, lalu dipakai untuk mengoles kulit yang gatal karena cacar air. Catatan : untuk perebusan gunakan periuk tanah atau panci enamel atau panci kaca.

sumber : http://cybermed.cbn.net.id

1. Perut Kembung.

Parut bawang merah dan tambahkan minyak telon. Tempelkan bawang yang sudah diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga menggunakan daun jarak pagar yang dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin, lalu tempelkan pada pusar si kecil.

2. Penurun Panas

Batuk dan Pilek. Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: gunakan air kelapa 1 cangkir, ditambah 1 sendok madu, aduk lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanayak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI dari ibunya yang meminum ramuan tersebut. Pada anak yang sudah agak besar, gunakan ramuan munim berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyityang sudah bersih dibakar dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir. Kemudian peras lalu diendapkan. Campurkan bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan satu butir kuning telur dan satu sendok makan madu kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini dapat untuk digunakan sebagai penurun panas sepertu pada sakit flu atau cacar air.

3. Muntah-Muntah

Muntah bisa disebabkan perut mual atau kembung. Sediakan 1/2 sendok teh ketumbar, 3 butir kapulaga, 5 butir adas hitam dan air1/2 gelas. Kemudian direbus. Setelah dingin, berikan ke anak sedit-sedikit, sesering mungkin atau 2 jam sekali. Boleh juga dibuatkan air beras kencur, dengan cara: cuci 1 sendok maakan beras, direndam sebentar. Sangrai beras tersebut sampai berwarna kecoklatan, lalu ditumbuk halus bersama dengan 1 ruas jari kencur, 1 ruas jari kunyit dan 1/4 sendok teh adas manis. Setelah itu seduh dengan air panas, tambahkan gula merah, sedikit garam dan asam jawa. Saringla, lalu minumkan pada anak agar tubuhnya hangat.

4. Mata Bintitan

Ambil getah dari tanaman patikan kebo atau getah dari batang pohon meniran. Tempelkan sedikit pada kapas, lalu oleskan pada bagian bintitnya, sedikit saja jangan sampai terkena bagian mata.

5. Sariawan

Ambil sebuh tomat matang, seduh dengan air panas, lalu kupas kulitnya. Haluskan tomat tersebut dengan menggunakan sendok, dan tambahkan sedikit gula. Berikan kepada Anak, minuman sari tomat tersebut.

6. Mimisan

Ambil selembar daun sirih yang sudah dicuci bersih, dipilin dan disumpalkan ke hidung anak dalam keadaan berbaring. Untuk pengobatan dari dalam tubuh lakukan dengan ramuan 1/2 jempol umbi bidara upas yang sudah bersih diparut dan diseduh dengan 1 cangkir air panas. Kemudian disaring dan setelah dingin, tambahkan sedikit madu lalu minumkan kepada anak.

7. Nafsu Makan Berkurang

Hilangnya nafsu makan dapat disebabkan cacingan atau hal lain seperti masuk angin. Cara mengatasinya: bersihkan 1 lembar daun jarak pagar, lalu hangatkan sebentar di atas tutup panci. Beri olesan minyak kelapa pada daun tersebut dan dipilin, kemudian tempelkan daun tersebut di atas pusar anak yang sebelumnya sudah diolei dengan minyak telon.

8. Keringat Buntet

Sesering mungkin dibedaki tepung kanji.

9. Benjol Karena Benturan

Rendam 1 sendok makan beras, tumbuk bersama kencur dan beri sedikit garam. Setelah halus, tempelkan ke bagian benjol. Bisa pula diberi ramuan bawan

10. Luka Tergores/terbakar

Seringkali si kecil berkeinginan untuk mencoba hal-hal yang belum ia ketahui, diantaranya menggunakan pisau atau korek api. Untuk mengatasi luka yang disebabkan karena tergores benda tajam atau melepuh api, Anda bisa menggunakan getah dari tanaman pandan angker. Potong ujung daun pandang angker, oleskan pada luka dan diamkan selama lebih kurang 2 jam, jangan terkena air. Luka akan mengering dengan sendirinya.

sumber http://tipsanda.com

Ciri – ciri

Orang yang masuk angin biasanya akan mengalami perut kembung, mual dan nyeri. Ditambah lagi tidak bisa kentut dan bersendawa. Tapi perlu diwaspadai jika nyeri dan sesak itu terasa di dada. Bisa jadi itu adalah angin duduk. Akibatnya bisa fatal, yaitu mati mendadak

Pencegahan

1. Biasakan makan secara teratur.

2.Konsumsi vitamin. Bisa vitamin alami dari makanan maupun suplemen makanan. Bisa juga obat atau jamu pencegah masuk angin. Tujuannya supaya daya tahan tubuh menjadi baik.

3.Pakailah pakaian tebal atau jaket jika sedang mengendarai sepeda motor atau berada di daerah dengan angin kencang dan dingin.

Jika sudah terlanjur terkena masuk angin, hindari minum minuman dingin. Konsumsilah wedang jahe atau minuman hangat lain. Jika mau minum jamu atau obat masuk angin, perhatikan dosisnya. Jangan sampai berlebihan karena berbahaya. Olesi bagian perut dan pinggang dengan minyak kayu putih. Kerokan juga bisa menjadi alternatif. Tapi hati-hati. Tekanan yang terlalu kencang bisa menyebabkan kulit iritasi.

Tips-tips Mengobati Masuk Angin

1.Siapkan air panas kemudian masukkan ke botol air mineral yang besar. Tambahkan air dingin supaya tidak terlalu panas. Tutup rapat. Merebahlah terlentang. Kemudian guling-gulingkan botol berisi air panas tersebut di sekitar perut.

2. Ambil sedikit minyak makan di isi bawang merah yang telah diiris. letakkan di tengah-tengah antara jari telunjuk dan jempol lalu di urut perlahan ditempat yg terasa sakit , biasanya ada semacam benjolan kecil dalam kulit dan jika di urut terasa sakit dan itulah sumber angin yang membuat kepala kita pusing

3. Letakkan minyak yg telah dicampur bawang tadi di perbatasan rambut belakang dekat tengkuk kiri dan kanan , urut perlahan-lahan , biasa di situ akan terasa seperti ada benjolan kecil sama seperti di tangan tadi .

dari berbagai sumber

KAUM lansia yang mengkonsumsi minimal satu tahu setiap hari ternyata kualitas fungsi memorinya lebih rendah daripada lansia yang jarang mengkonsumsi tahu atau lansia yang lebih sering mengkonsumsi tempe. Padahal, tahu dan tempe mengandung phytoestrogen, atau estrogen yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sebagai pengganti kadar estrogen yang turun seiring pertambahan usia.

Hal ini terungkap dalam penelitian ahli bidang geriatrik atau kesehatan lanjut usia Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia Prof Tri Budi Rahardjo yang bekerja sama dengan ahli geriatrik lainnya dari Loughborough University, Oxford Institute of Ageing dan Universitas of Respati Health Institute Yogyakarta.Menurut Tri Budi, awalnya mereka ingin memotret hubungan antara konsumsi tahu tempe dengan fungsi memori pada lansia berumur 65 tahun ke atas dan berharap bahwa lansia yang mengkonsumsi phytoestrogen akan memiliki fungsi otak yang lebih baik. Air liur (saliva) mereka dibawa ke laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB) dan diperiksa kandungan estrogennya.

“Ternyata mereka yang di atas 65 tahun, yang konsumsi tahunya itu terlalu sering, cenderung kognitifnya lebih jelek. Artinya (makan tahu) sebetulnya baik, tapi jangan terlalu sering untuk yang sudah di atas 65 tahun ke atas,” ujar Tri Budi ketika ditemui Kompas.com di kantornya, Depok (10/7).

Penelitian yang dilakukan kepada 719 lansia di tiga daerah, yaitu Borobudur, Sumedang dan Jakarta, ini juga menemukan bahwa ternyata mereka yang terlalu banyak makan tempe memiliki fungsi memori yang bagus. Tri Budi juga mendapati bahwa mereka yang pendidikannya tinggi, mengkonsumsi buah-buahan dan makanan lain yang mengandung phytoestrogen ternyata juga memiliki fungsi memori yang lebih baik. “Jadi memang harus proporsional,” tandas Tri Budi.

Oleh karena itu, Tri Budi membantah pemberitaan atas penelitian yang berlangsung selama enam bulan ini yang menyebutkan bahwa tahu itu berbahaya untuk lansia. Tri menegaskan bahwa hasil penelitian ini tidak meneliti apakah tahu memperburuk fungsi memori pada lansia atau tidak. “Untuk kenapanya, lagi dalam penelitian calon doktor gizi yang kami pimpin. Ada apa sih di tahu, ada apa sih di tempe. Kami tidak bisa mengatakan, ‘oh di tahu ada racunnya!’. Kami tidak bisa mengatakan itu sebelum kami mengurai tahunya itu,” ujar Tri Budi.

Untuk sementara, Tri Budi mengatakan kemungkinan hasil positif pada tempe karena melalui proses peragian atau fermentasi yang menyebabkan keluarnya asam folat, suatu zat yang baik untuk memproteksi otak dari kerusakan. Belum banyak rekomendasi praktis yang dapat disebut Tri Budi melalui hasil penelitiannya ini, namun Tri Budi berharap agar penelitiannya ini dapat menjadi acuan bagi penelitian-penelitian yang lebih dalam untuk membantu lansia dalam menjaga kesehatannya.

Sumber : kompas.com;benih.net

Masyarakat salah kaprah dalam memahami slogan 4 sehat 5 sempurna. Salah satu penyebabnya adalah adanya buku pelajaran yang salah menjelaskan konsep pola makan sehat.

Hal itu disampaikan pengajar Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr dr Endang Achadi MPH, selaku pembicara dalam Simposium Gizi Internasional 2009 dan Konferensi Gizi Klinik Asia Pasifik Ke-6 di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/10).

Menurut dia, kesalahpahaman masyarakat tergambar dari hasil penelitian pemahaman masyarakat tentang diet berimbang yang dilakukan di 10 kabupaten/kota di Indonesia pada 2009.

”Responden antara lain 100 siswa SD kelas IV dan V. Sebagian besar siswa menganggap diet seimbang adalah 4 sehat 5 sempurna. Mereka tahu vitamin itu penting, tetapi ada siswa yang berpendapat, buah-buahan yang murah tidak bervitamin, sementara buah mahal itu bervitamin. Yang paling mengkhawatirkan, para siswa itu menganggap susu lengkap,” kata Endang.

Ada murid tidak menganggap sumber karbohidrat selain nasi bisa dikonsumsi untuk menggantikan nasi. ”Mi, misalnya, dianggap sebagai lauk dan semua siswa jajan di sekolah,” katanya.

Para orangtua dan guru memahami diet seimbang sebagai 4 sehat 5 sempurna. ”Ada buku pelajaran IPA untuk kelas III dan kelas V mendefinisikan diet seimbang sebagai 4 sehat 5 sempurna. Tak ada penjelasan bahwa diet seimbang meliputi olahraga, atau minum banyak air. Ada buku menyatakan, anak harus minum susu karena kandungan gizi sayur berkurang saat dimasak. Timbul kesan, kandungan gizi susu tak berubah saat dimasak,” katanya.

Abstrak

Selaku penanya, ahli gizi dari Universitas Indonesia, Prof Dr Walujo Soerjodibroto Msc PhD SpGk(K) mengingatkan, slogan 4 Sehat 5 Sempurna adalah konsep gizi paling dikenal masyarakat dan memberi arahan tentang pola makan sehat. Konsep diet seimbang terlalu abstrak, teknis, juga bagi para ahli gizi.

”Kita selalu mengatakan, ibu hamil harus jalani diet seimbang, penderita penyakit tertentu jalani diet seimbang. Lalu apa pengertian diet seimbang? Jangan-jangan itu istilah yang tidak berarti apa-apa,” kata Walujo.

Dia menyatakan, dia bukan menolak pelurusan pemahaman pola makan dan hidup sehat, tetapi para ahli gizi seharusnya memberi arahan pola hidup yang lebih konkret daripada memakai istilah ”diet berimbang”.

”Saya tidak mengatakan konsep 4 Sehat 5 Sempurna itu sudah bagus. Namun, membuang konsep 4 Sehat 5 Sempurna dan menggantinya dengan konsep diet seimbang justru membingungkan. Istilah diet seimbang tidak memberikan acuan perilaku apa pun. Adapun4 sehat 5 sempurna, setidaknya memberikan arahan perilaku. Mungkin pengertian ’5 Sempurna’ itu yang perlu diganti, agar tidak menimbulkan persepsi, tidak minum susu itu tidak sehat,” kata Walujo.

sumber : Kompas.com;benih.net

Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa ditandai oleh rasa panas di dalam tubuh. Meski tampak sepele, jika datangnya berulang, kita layak mewaspadai panas dalam.

Panas dalam sering dikeluhkan banyak orang. Sariawan, bibir pecah-pecah, dan nyeri tenggorokan merupakan gejala khasnya. Seperti dialami Yudha (27). Staf marketing sebuah perusahaan swasta ini merasa lehernya sakit ketika menelan. “Badan juga panas, tapi ketika diukur dengan termometer, suhunya normal. Saya pikir ini panas dalam, jadi saya minum larutan penyegar. Hasilnya panas dalam hilang, tuh,” ungkapnya.

Lain lagi yang dialami Nita (25). Ia merasa panas di tenggorokan. “Kerongkongan juga kering. Untungnya hilang dalam beberapa hari,” tutur staf redaksi sebuah media gaya hidup ini.

Sebenarnya apa itu panas dalam? Dijelaskan oleh Dr. T Bahdar Johan, Sp.PD, ahli penyakit dalam dari RS Internasional Bintaro, istilah panas dalam sebenarnya salah kaprah. “Dalam dunia medis tidak dikenal istilah panas dalam. Jadi panas dalam itu tidak ada. Hanya saja banyak orang telanjur menganggap gejala yang timbul sebagai tanda panas dalam,” katanya.

Suhu tubuh normal

Jika dijabarkan, lanjutnya, panas di dalam itu merupakan peningkatan suhu tubuh. Kata lainnya demam. “Sementara orang yang mengeluh terkena panas dalam itu seringkali tidak demam. Suhu tubuhnya normal ketika diukur dengan termometer,” imbuhnya.

Jadi, definisi panas dalam untuk tiap orang bisa berbeda. “Dari keluhan yang sering saya jumpai pada orang mengaku terkena panas dalam, gejalanya antara lain sariawan, bibir pecah-pecah, sakit gigi, badan pegal, sakit tenggorokan, diare, badan terasa mengeluarkan panas, sensasi terbakar di dada, mimisan, hingga buang air besar disertai darah,” ujarnya.

Tiap keluhan panas dalam merupakan tanda terjadi sesuatu dalam tubuh. Sariawan dan tenggorokan kering muncul karena peradangan pada mulut atau tenggorokan. Bila diare atau perut terasa tidak nyaman, bisa jadi ada infeksi atau peradangan lambung. Peradangan itu menyebabkan kondisi tubuh tidak enak. Rasa panas di dalam muncul sebagai perlawanan kekebalan tubuh terhadap penyakit.

“Diagnosis paling ringan untuk pasien yang mengaku terkena panas dalam adalah kelelahan. Lelah juga bisa memicu panas dalam. Itu merupakan sinyal tubuh agar si empunya beristirahat. Daya tahan yang menurun juga bisa memancing banyak penyakit yang dapat menimbulkan panas dalam. Jadi semua saling terkait,” paparnya.

Gejala infeksi

Gejala panas dalam juga bisa muncul karena ketidakseimbangan hormon. Ambil contoh perempuan yang sedang memasuki atau mengalami masa menstruasi. Menurut Dr. Bahdar, banyak perempuan yang mengeluhkan sariawan, sensasi terbakar di dada, dan perut tidak nyaman, sehingga merasa sedang terkena serangan panas dalam.

Ada juga panas dalam yang muncul sebagai penanda awal penyakit. “Gejala tersebut muncul karena terjadi infeksi bakteri. Bahkan, bisa menjurus pada infeksi bakteri tuberkulosis dan tifus. Kedua penyakit ini memiliki gejala awal yang mirip panas dalam,” katanya.

Prinsip mengobati panas dalam cukup mudah. Tergantung dari keluhan pasien. Jika masalahnya terdapat di lambung, obati lambungnya. Hanya saja, obat dokter biasanya hanya menghilangkan gejala. Jika ada penyakit yang mendiami tubuh dan memicu panas dalam, obat itu hanya sanggup mengurangi gejala panas dalam, bukan menghilangkan penyakit penyebabnya, sehingga panas dalam bisa terjadi berulang kali.

Dr. Bahdar menyarankan agar orang yang mengalami panas dalam tetap waspada. Perhatikan seberapa berat gejalanya. Jika dalam beberapa hari tidak hilang atau reda tapi terus berulang, ada baiknya segera ke dokter.

“Jangan anggap sepele karena dikhawatirkan panas dalam itu muncul sebagai gejala penyakit yang serius,” ujarnya.

Cegah Sebelum Gerah

Untuk mencegah panas dalam, Dr. T Bahdar Johan, Sp.PD, ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Internasional Bintaro, menyarankan beberapa kiat. Memang kiat ini tidak mutlak berlaku bagi semua orang karena tiap individu memiliki situasi dan kondisi tubuh yang berbeda.

* Perhatikan jam makan.
Hal ini berlaku terutama bagi orang yang memiliki gangguan asam lambung. Telat makan bisa menimbulkan gangguan pada lambung atau naiknya asam lambung hingga ke daerah dada. Ini yang menyebabkan banyak orang merasa terkena panas dalam.

* Waspada makanan terlalu panas atau dingin.
Makanan yang terlalu panas atau dingin bisa mengganggu sistem pencernaan. Sistem pencernaan manusia bekerja pada batas suhu tertentu.

Panas makanan yang berlebih dapat mengganggu lapisan lendir yang melapisi saluran pencernaan. Makanan yang terlalu dingin juga akan membuat sistem pencernaan mengerut, sehingga mempersulit proses pencernaan.

* Perhatikan menu makanan.
Makanan yang panas dan digoreng seringkali menyebabkan luka atau iritasi pada tenggorokan. Peradangan tersebut akan menyebabkan munculnya gejala panas dalam.
Terlalu banyak minyak dalam makanan juga tidak baik untuk pencernaan dan tenggorokan.

* Olahraga secara rutin.
Gejala panas dalam bisa muncul karena kelelahan. Dengan berolahraga, kondisi tubuh bisa dilatih dan terjaga lebih baik. Daya tahan atau stamina pun akan meningkat, sehingga tidak mudah terkena panas dalam ketika kondisi tubuh terlalu lelah.

* Kelola stres.
Saat ini banyak orang yang mengeluh terkena panas dalam akibat stres. Stres dapat menurunkan daya tahan tubuh, juga mengacaukan jam makan dan hormon tubuh.

Dinginkan dengan Cincau

Di balik warnanya yang hitam pekat, cincau menyimpan banyak khasiat, termasuk meredakan panas dalam. Kandungan karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin (A, B1, C), air yang cukup banyak membuat cincau dipercaya sebagai alternatif untuk menghilangkan panas dalam. Bahkan, keluhan sakit perut, mual, dan gangguan pencernaan juga bisa reda berkat cincau.

Makanan penghilang dahaga nan menyegarkan ini juga bermanfaat untuk kesehatan karena ada kandungan serat larut air (soluble dietary fiber). Di dalam tubuh, serat larut air dapat mengikat kadar gula dan lemak, sehingga bermanfaat untuk mencegah penyakit seperti diabetes melitus, jantung, dan stroke.

Masyarakat Indonesia sudah lama mempercayai cincau unluk mengatasi berbagai penyakit. Cincau ini dapat dikonsumsi dalam bentuk agar-agar.

Cincau agar-agar berasal dari daun cincau yang diremas-remas dan dicampur air matang. Air campuran itu akan berwarna hijau. Setelah disaring dan dibiarkan mengendap, akan terdapat lapisan seperti agar-agar yang berwarna hijau.

Selain daun, akar tanaman cincau juga bisa dimanfaatkan. Daun segarnya dapat digunakan untuk mengobati radang lambung, tifus, dan penyakit usus.

Daunnya dicuci dan ditumbuk hingga lumat, lalu dicampur air matang. Campuran itu disaring dan didiamkan sampai mengental. Tambahkan gula dan diminum sehari tiga kali.

Sementara itu, rimpang dari tanaman cincau dapat mengatasi demam. Irisan rimpangnya direbus dengan air lalu diperas. Selain direbus, rimpangnva bisa diseduh dengan air panas lalu disaring dan diminum.

Bila Terjadi pada Ibu Hamil

Ibu hamil rentan terhadap berbagai perubahan fisik. Perubahan hormon misalnya, juga bisa menyebabkan munculnya keluhan panas dalam.

“Ibu hamil ‘kan sedang mengalami banyak perubahan hormon dalam tubuh,” kata Dr. T. Bahdar Johan, Sp.PD, ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Internasional Bintaro.

Sistem pencernaan juga turut beradaptasi pada ibu hamil. Itu sebabnya mengapa ibu hamil sering merasa mual dan muntah.

Penyebab lain bisa karena makanan menetap di perut lebih lama dan otot perut yang bentuknya seperti gelang pada ujung bawah kerongkongan cenderuhg rileks, sehingga membuat isi perut seakan berbalik ke kerongkongan. Karena hal ini, ibu hamil juga sering bersendawa.

Beberapa hal yang bisa membantu menghilangkan panas dalam pada ibu hamil:
• Makan camilan (ngemil).
• Jika ingin berbaring beberapa jam setelah makan, jangan menekuk tubuh.
• Hindari kafein, tembakau, alkohol, dan aspirin serta obat-obatan yang terkait (salisilat).
• Minum antasida cair, tetapi bukan antasida yang mengandung sodium bikarbonat karena mengandung terlalu banyak garam.

Panas dalam sepanjang malam bisa dihilangkan dengan cara:
• Tidak makan beberapa jam sebelum tidur.
• Naikkan kepala pada tempat tidur atau menambahkan bantal untuk menaikkan kepala dan bahu.

sumber : Senior

Sikat dan odol merupakan dua hal yang berbeda namun tidak dapat dipisahkan kalau mau gigi dan mulut kita sehat. Nah sikat apa yang cocok untuk gigi kita ( jangan sembarang sikat lo kan udah ada sikat khusus buat gigi, lebih dikenal dengan sikat gigi). Akan dijelaskan satu persatu mulai dari sikat gigi dan apa saja yang berhubungan dengan sikat gigi da mulut kita.

Sikat gigi
Sikat gigi adalah alat untuk membersihkan gigi yang berbentuk sikat kecil dengan pegangan. Pasta gigi biasanya ditambahkan ke sikat gigi sebelum menggosok gigi. Sikat gigi banyak jenisnya, dari yang bulunya halus sampai kasar, bentuknya kecil sampai besar, dan berbagai desain pegangan. Kebanyakan dokter gigi menganjurkan penggunaan sikat yang lembut karena sikat keras dapat merusak lapisan enamel dan melukai gusi. Terdapat juga sikat gigi

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan gigi adalah dengan menyikat gigi. Dengan menyikat gigi, kebersihan gigi dan mulut pun akan terjaga, selain menghindari terbentuknya lubang-lubang gigi dan penyakit gigi dan gusi. Banyak jenis dan ragam sikat gigi yang dijual di pasaran, dari yang manual maupun elektrik. Sebetulnya, apa saja syarat sikat gigi yang bagus? Yang terpenting adalah bulu sikat dan lebar kepala sikat. Untuk bisa menjangkau daerah-daerah gigi bagian belakang, ukuran kepala sikat gigi yang ideal adalah 35 – 40 mm. Bahkan, orang dewasa sebaiknya juga memakai sikat gigi anak, karena ukurannya yang kecil akan membantu menjangkau bagian gigi yang paling dalam.

Sedikit tips dalam memilih sikat gigi ( mudah-mudahan bisa membantu yah)

Pilihlah sikat gigi yang kepalanya cukup kecil sehingga dapat digunakan dengan baik dalam rongga mulut. Bagi orang dewasa panjang kepala sikat gigi 2,5 cm, sedangkan pada anak 1,5 cm.

Panjang bulu sikat gigi hendaknya sama. Sikat gigi dengan bulu yang panjangnya berbeda tidak dapat membersihkan permukaan datar tanpa menimbulkan tekanan pada beberapa bulu sikat.

Tekstur bulu sikat hendaknya memungkinkan digunakan dengan efektif tanpa merusak jaringan. Jangan memilih bulu keras sebab dapat merusak jaringan. Yang terlalu lunak pun dikhawatirkan tidak dapat membersihkan plak dengan sempurna. Yang paling tepat sikat gigi dengan kekakuan bulu sikat medium.

Gagang sikat harus cukup lebar dan tebal agar dapat dipegang kuat dan dikontrol dengan baik.

Untuk cara menggosok gigi yang baik dan benar sudah saya posting jadi silahkan liat ya ( sengaja saya tidak jelaskan disini karena masih banyak yang perlu diuraikan ntar biar ga bosen ^^)

Pasta gigi atau odol
Pasta gigi adalah sejenis pasta yang digunakan untuk membersihkan gigi, biasanya dengan sikat gigi. Di Indonesia, pasta gigi sering juga disebut Odol, yaitu salah satu merek pasta gigi. Walaupun merek ini sudah berpuluh-puluh tahun tidak lagi dijual di Indonesia, nama Odol telah menjadi nama generik.

Sidikit tips memilih pasta gigi atau odol yang baik:
1. Pilih pasta gigi yang mengandung cukup fluoride. Fluoride berfungsi untuk menjaga gigi agar tidak berlubang. Namun, anak-anak di bawah 3 tahun sebaiknya tidak memakai odol. Pasalnya, terlalu banyak fluoride justru tidak bagus dan membuat gigi lebih rapuh.

2. Pilih pasta gigi yang busanya tidak terlalu banyak. Busa yang terlalu banyak menunjukkan bahwa kandungan deterjen di dalamnya juga banyak. Pendapat bahwa semakin banyak busa semakin baik, tentu tidak benar.

3. Hindari langsung makan setelah menyikat gigi. Pasalnya, kadar asam mulut akan turun dan fluoride pun hilang, sehingga kuman akan masuk lagi. Makan sebaiknya 1 – 2 jam setelah menyikat gigi.

4. Untuk menjaga kondisi gigi, setiap 6 bulan sekali anak sebaiknya dibawa ke dokter gigi untuk dilakukan topical fluoride (pelapisan gigi). Apalagi bagi anak anak yang malas menyikat gigi.

sumber :  http://kesehatangigi.blogspot.com

Dalam suatu pertemuan informal, beberapa orangtua menyatakan prihatin mengenai runtuhnya nilai-nilai moral bangsa kita. Di antaranya adalah terungkapnya banyak kasus korupsi, penganiayaan pada pasangan perkawinan, maupun perilaku ”bullying” di kalangan anak-anak sekolah. Mereka bertanya apa yang telah salah pada pengasuhan orangtua sebagai sumber pembentukan moral seseorang?

Untuk merespons hal ini, saya ingin membahas mengenai apa yang dimaksud dengan nilai moral dan perkembangan moral pada seseorang, kemudian bagaimana orangtua dapat meningkatkan nilai moral dalam keluarga. Pembahasan akan saya bagi dalam dua kali penulisan, mengingat terbatasnya tempat untuk rubrik ini.

Nilai moral

Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), istilah moral berarti ajaran tertentu, baik buruknya perbuatan, sikap, akhlak, budi pekerti, susila yang diterima oleh orang pada umumnya. Menurut Linda dan Richard Eyre (1993), nilai moral adalah standar perbuatan dan sikap yang menentukan siapa kita, bagaimana kita hidup dan memperlakukan orang lain.

Nilai yang baik bisa menjadikan orang lebih baik, hidup lebih baik, dan memperlakukan orang lain secara lebih baik. Adapun yang dimaksud dengan moralitas adalah perilaku yang diyakini banyak orang sebagai benar dan sudah terbukti tidak menyusahkan orang lain, bahkan sebaliknya akan menyenangkan orang lain.

Pasangan Eyre mementingkan 12 macam nilai moral yang perlu ditanamkan pada anak, yaitu kejujuran, keberanian, kemampuan mencari damai, percaya diri, disiplin diri dan sikap tahu batas, kemurnian, kesetiaan/dapat dipercaya, respek/hormat, cinta/kasih sayang, tidak mementingkan diri sendiri/kepekaan, baik hati dan keadilan/rasa belas kasihan (pembahasan lebih lanjut mengenai 12 nilai moral ini akan diberikan pada tulisan berikutnya).

Perkembangan moral dari segi psikologis

Berkembangnya aspek moral pada diri seseorang terjadi secara bertahap dan merupakan proses yang lama dan lambat. Para ahli psikologi perkembangan sepakat mengatakan bahwa bayi tergolong seorang yang nonmoral, dalam artian bahwa tingkah lakunya tidak dibimbing oleh norma-norma moral. Baru lambat laun ia akan mempelajari kode moral dari orangtua/pengasuhnya kemudian guru-guru dan teman bermainnya.

Perkembangan moral pada awal masa kanak (2-5 tahun) masih berada pada tingkat yang sederhana. Anak belum mampu mengerti prinsip-prinsip abstrak tentang benar dan salah. Dalam tahap ini, anak secara otomatis mengikuti aturan-aturan tanpa berpikir atau menilai. Ia menilai semua perbuatan sebagai benar atau salah berdasarkan akibat-akibatnya, bukan berdasarkan motivasi yang mendasarinya. Mereka berpikir bahwa perbuatan yang salah adalah yang mengakibatkan hukuman.

Dalam tahap awal, anak berorientasi patuh-dan-hukuman dalam arti ia menilai benar salahnya perbuatan berdasarkan akibat fisik dari perbuatan itu. Baru tahap berikutnya anak menyesuaikan diri dengan harapan sosial agar mendapat pujian. Pada masa ini anak belum mengembangkan hati nurani sehingga ia tidak merasa bersalah atau malu bila melakukan sesuatu yang diketahui sebagai sesuatu yang salah. Malahan ia takut dihukum atau berusaha untuk membenarkan perbuatannya untuk menghindari hukuman.

Pada usia 10-12 tahun, anak makin memperluas konsep sosialnya sehingga perbuatannya mencakup situasi apa saja, lebih dari hanya situasi khusus. Pengertian yang kaku tentang benar-salah, yang dipelajari dari orangtua, menjadi berubah dan anak mulai memperhitungkan keadaan-keadaan khusus di sekitar pelanggaran moral.

Relativisme moral menggantikan moral yang kaku. Misalnya, bagi anak 5 tahun, berbohong selalu buruk, tetapi bagi anak yang lebih besar disadari bahwa dalam beberapa situasi, berbohong dibenarkan dan karena itu berbohong tidak selalu buruk.

Masa remaja

Memasuki masa remaja, ia diharapkan mengganti konsep-konsep moral yang berlaku khusus di masa kanak-kanak dengan prinsip moral yang berlaku umum dan merumuskannya ke dalam kode moral yang akan berfungsi sebagai pedoman bagi perilakunya. Sekarang, ia harus mengendalikan perilaku sendiri, yang sebelumnya menjadi tanggung jawab orangtua dan guru.

Ia diharapkan mampu mempertimbangkan semua kemungkinan untuk menyelesaikan suatu masalah dan mempertanggungjawabkannya. Jadi ia dapat memandang masalahnya dari beberapa sudut pandang dan menyelesaikannya dengan mengambil banyak faktor sebagai dasar pertimbangan.

Remaja tidak lagi begitu saja menerima kode moral dari orangtua, guru, dan teman sebayanya. Saat ini, ia ingin membentuk kode moral sendiri berdasarkan konsep tentang benar dan salah yang telah diubah dan diperbaikinya agar sesuai dengan tingkat perkembangan yang lebih matang dan yang telah dilengkapi dengan hukum dan aturan yang telah diperoleh sebelumnya.

Beberapa remaja bahkan telah melengkapi kode moral mereka dengan pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran agama. Pembentukan kode moral terasa sulit bagi remaja karena ada ketidakkonsistenan konsep benar-salah yang ditemukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Secara lambat atau cepat, remaja akan mengerti, misalnya, bahwa teman-teman dari berbagai latar belakang sosioekonomi, agama atau ras, mempunyai kode yang berbeda tentang salah-benar, bahwa kode moral orangtua dan guru sering lebih ketat dari kode teman sebayanya.

Dengan memahami berkembangnya nilai moral pada diri seseorang, diharapkan orangtua dapat menyesuaikan cara/metode pengasuhannya sesuai dengan usia sang anak.

Agustine Dwiputri, psikolog

sumber : http:/kompas.com

Banyak kanker yang bisa disembuhkan jika dideteksi secara dini. Namun, upaya terbaik dalam memerangi kanker adalah dengan mencegahnya. Pencegahan kanker terkadang bersifat sederhana dan tidak ada kata terlambat untuk segera memulainya.

Dalam seminar mengenai Pencegahan Kanker yang diadakan Kementrian Kesehatan di Jakarta, Senin (26/4/2010), ini, dijelaskan kiat-kiat pencegahan kanker yang bisa kita mulai sejak sekarang.

Berikut beberapa strategi yang bisa dilakukan agar Anda tetap berada di jalur gaya hidup yang lebih sehat.

1. Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok Penggunaan tembakau dalam waktu lama bisa berakibat fatal. Penelitian menunjukkan, 90 persen kasus kanker paru disebabkan oleh rokok. Merokok juga meningkatkan risiko kanker di esofagus, laring, mulut, kandung kemih, leher rahim, dan ginjal.

2. Berhenti dan jangan mengonsumsi alkohol Risiko terkena kanker akan meningkat bila Anda terbiasa menenggak alkohol. Selain kanker payudara, risiko terkena kanker mulut, esofagus, dan laring juga meningkat, terutama jika Anda juga merokok.

3. Pertahankan berat badan ideal lewat pola makan yang sehat dan olahraga teratur Aktivitas fisik secara teratur memegang peran kunci agar Anda tetap sehat serta mengontrol berat badan Anda. Penelitian menunjukkan, kegemukan merupakan faktor risiko untuk beberapa jenis kanker.

4. Menghindari paparan berlebihan sinar matahari Kanker kulit merupakan salah satu kanker yang paling bisa dihindari. Penyebab paling umum dari penyakit ini adalah karena paparan sinar matahari. Untuk itu, hindari paparan berlebihan pada sinar matahari.

5. Waspadai infeksi penyebab kanker Beberapa jenis kanker terjadi karena perilaku seksual yang tidak sehat, seperti bergonta-ganti pasangan. Jika Anda seorang perempuan yang aktif secara seksual, dianjurkan untuk melakukan tes pap smear rutin setiap tahun.

sumber : kompas.com

Terarium atau vivarium adalah media atau wadah yang terbuat dari kaca atau plastik transparan berisi tanaman, yang diperuntukkan bagi beragam kebutuhan, seperti untuk penelitian, metode bercocok tanam maupun dekorasi. Dapat dikatakan bahwa terarium merupakan biosfer buatan yang paling alami karena fungsi biologis yang terjadi dalam terarium pun mirip dengan yang terjadi di alam. Sehingga terarium dapat juga dijadikan laboratorium biologi mini.

Terarium akan menampilkan taman miniatur dalam media kaca. Terarium dapat mensimulasikan kondisi di alam yang sebenarnya dalam media kaca tersebut. Misalnya terarim dapat mensimulasikan ekosistem gurun, ekosistem padang pasir, ekosistem hutan hujan tropis maupun lainnya.

Pertama kali terarium diperkenalkan di Inggris. Diawali dengan rumah kaca mini di Kerajaan Inggris dan kaum bangsawan kemudian terarium menjadi terkenal di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Terarium yang saat ini tersedia, dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu:

  • Terarium Udara Terbuka, yaitu terarium dengan bagian atas terbuka atau tidak tertutup. Untuk membuat miniatur tanaman, media seperti ini yang paling mudah digunakan dan dirawat. Anda bahkan dapat membuat dekorasi tanaman dalam terarium jenis ini dalam waktu yang sangat singkat.
  • Terarium Tertutup, yaitu terarium dengan kondisi tertutup rapat di semua bagian. Tujuannya untuk membuat biosfer yang unik di dalam terarium tersebut. Terarium ini yang paling sulit untuk dibuat dan dirawat. Lebih banyak tantangan dalam membuat terarium jenis ini. Beberapa faktor yang harus menjadi perhatian khusus untuk terarium tertutup adalah masalah jumlah air dan pencahayaan yang tepat. Terarium jenis ini biasanya memiliki bagian atas yang kecil untuk meletakkan tanaman dan material lainnya di dalam terarium. Tentu ini bisa menjadi tantangan tersendiri.
  • Terarium Binatang, seperti namanya, terarium jenis ini digunakan untuk meletakkan binatang kecil untuk dipajang. Misalnya kadal, iguana, katak, kura-kura kecil atau ular. Tujuannya untuk menampilkan tiruan dari dunia fauna yang sebenarnya di alam bebas dengan memindahkannya ke media kaca yang menarik.

Jenis Tanaman Terarium

Mengingat terarium merupakan media kaca yang ukurannya terbatas dan memiliki biosfer yang unik, maka pemilihan tanaman yang diletakkan di dalam terarium juga haruslah tepat. Beberapa tanaman yang biasa digunakan dalam terarium antara lain sansiviera, kaktus, sukulen dan bromelia.

Cara Membuat Terarium

Sebagai langkah awal, Anda dapat mempersiapkan beberapa media tanam maupun material untuk dekorasi. Beberapa media yang diperlukan antara lain (dari urutan teratas):

  • Pasir zeolit
  • Tanah humus
  • Spagnum moss
  • Arang
  • Bebatuan dan pasir

Kemudian siapkan peralatan yang akan digunakan untuk membuat taman miniatur dalam terarium. Peralatan yang digunakan relatif mudah didapat dan murah, antara lain:

  • Untuk terarium, Anda dapat menggunakan akuarium ikan yang kecil, mangkuk kaca besar, kotak kaca, botol kaca atau toples
  • Skop mini untuk bercocok tanam atau sendok
  • Penjepit (pin Set) atau sumpit
  • Gunting
  • Corong plastik atau corong kertas buatan
  • Penyemprot tanaman (sprayer)
  • Ceret penyiraman
  • Kain kasa
  • Kuas

Setelah semua persiapan selesai, tiba saatnya membuat terarium. Cara membuat terarium adalah sebagai berikut:

  • Cuci media kaca dengan air panas dan bersabun. Bilas media kaca lalu keringkan.
  • Buat lapisan batu atau pasir atau media lainnya di bagian bawah dengan tebal kira-kira 2-3 cm.
  • Tambahkan arang dengan ketebalan 1-2 cm.
  • Dengan sendok ataupun skop mini, tambahkan lapisan media seperti tanah humus setebal 5-8 cm. Buat sedikit gundukan untuk memperindah. Jika Anda menggunakan akurium, Anda dapat meninggikan gundukan di salah satu sisi sebagai latar belakang.
  • Gali lubang kecil pada lapisan tanah tersebut untuk akar tanaman
  • Ambil tanaman yang cocok, lalu bersihkan bagian akarnya dari sisa-sisa tanah. Potong daun yang rusak. Letakkan tanaman pada lubang kecil yang telah digali dan tutupi akarnya dengan tanah.
  • Jika Anda menggunakan akuarium atau kotak kaca yang lebih besar, Anda dapat meletakkan beberapa tanaman dalam satu terarium tersebut. Letakkan tanaman yang lebih besar di bagian belakang.
  • Basahi tanah, namun jangan menyiram secara berlebihan. Cukup basahi hingga tanah menjadi lembab.
  • Anda dapat mempercantik terarium tersebut dengan menambahkan batu, miniatur taman, bahkan binatang kecil.
  • Letakkan terarium Anda pada lokasi yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  • Basahi tanah jika sudah mulai terlihat kering. Misalnya untuk tanaman sukulen, Anda dapat menyiram setiap 5 hari sekali. Untuk tanaman jenis lainnya yang tidak membutuhkan banyak air, Anda dapat menyiramnya seminggu sekali.

Teknik Perawatan Terarium

Terarium dapat diletakkan dalam ruangan dalam jangka waktu lama tanpa harus terkena sinar matahari, dengan mengganti cahaya matahari dengan lampu khusus. Anda dapat meletakkan terarium di dalam rumah, dalam rak pajangan Anda, di kantor maupun galeri. Ini akan menambah keunikan dekorasi ruangan dan juga menambah koleksi tanaman dalam ruangan Anda.

Meskipun mudah, tanpa teknik dan media yang seksama, terarium tidak dapat bertahan lama. Tanpa teknik perawatan terarium yang tepat, tanaman akan merana karena rusaknya siklus air.

Siramlah tanaman atau media tanah dengan air ketika mulai terlihat kering. Secara rutin lakukan penyiraman setiap seminggu sekali atau kurang jika diperlukan. Potong daun yang mulai rusak agar tanaman dalam terarium tetap indah.

Lokasi tanaman juga patut diperhatikan. Jangan letakkan di daerah yang terkena sinar matahari secara langsung karena dapat membuat kondisi tanah cepat kering.

Jika Anda juga meletakkan binatang kecil di dalam terarium, bersihkan bagian dalam terarium dari kotoran hewan dan sisa makanan. Dengan demikian terarium Anda akan tetap terlihat menarik.

Sungguh unik! Miniatur hutan hujan tropis, ekosistem gurun, kebun sayur dan lain sebagainya hanya dimungkinkan dengan terarium.

sumber : http://kumpulan.info

Next Page »


  • Mau saya kirimi secara otomatis Kliping terbaru........?

    Join 2 other followers

  • var infolink_pid = 91260;
    var infolink_wsid = 0;

  • Pingin Domain nama.com atau nama.net/.org/dll secara gratis ? Klik aja

    Web Hosting
  • Buat Yang nyari Obat-obatan Herbal

  • Optimalkan Bisnis OnLine anda

    Autoresponder gratis

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.